Measuring Success With Quality

May 23, 2008

“ ANTARA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN BALDRIGE AWARD : KRITERIA PENDIDIKAN UNTUK PENCAPAIAN KINERJA UNGGULAN “

 

Sampai dengan tahun sembilan puluhan, usaha untuk meningkatkan mutu sekolah di dunia internasional dilaksanakan secara implisit yaitu pada perbaikan mutu kurikulum dan tidak pada program perbaikan mutu sekolah secara langsung dan menyeluruh. Seakan akan dengan merubah kurikulum, maka tercipta sebuah kualitas pendidikan yang baik. Nyatanya tidak sedemikian rupa, bahwa banyak faktor yang terkait yang perlu mendapat sentuhan prosedur mutu agar peningkatan kurikulum juga diikuti pada sector pendidikan lainya.

 

Di Indonesia, belakangan ini setelah tercecer selama 3 tahun setelah Sisdiknas, 7 dari 8 standar pendidikan diramu dan dijadikan patokan standar pendidikan nasional. Ketujuh standar tersebut adalah Standar Isi, Standar komptensi lulusan, Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Guru, Standar Pengelolaan,dan standar penilaian.

 

Selayaknya ketujuh standar tersebut akan merepresentasikan kualitas pendidikan Nasional, namun dengan pola segmentatif serta non sistematis membuat 7 standar ini seakan tidak berjalan bersama dalam satu kesatuan. Keluarnya yang standar inipun terlihat tidak sistematik, dimulai di mei 2006 keluar SI dan SKL, dengan dibantu oleh ketentuan penerapan SI dan SKL,

 

1. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi (SI)

2. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 Tentang SKL

3. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Guru

4. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 Standar Pengelolaan Pendidikan

5. Permendiknas No. 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan

6. Permendiknas No. 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana & Prasarana

7. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses :

8. standar pembiayaan : belum keluar

 

yang terakhir keluar adalah permendiknas n0 41 dibulan oktober 2007, Jadi dengan rentang waktu sebanyak 1.5 tahun, ketujuh standar ini keluar, dan dari urutan keluarnya menunjukkan konsep pembuatan yang segmentis dan tidak runut, Standar proses pembelajaran misalnya keluar paling bontot, padahal jantung pendidikan adalah pada proses, bagaimana pembelajaran dilakukan oleh siswa didik.

 

Dengan memahami target pendidikan (si & SKL) yang dicapai melalui sebuah proses kemudian diukur pencapaiannya dengan penilaian yang tepat, dilaksankan oleh guru, dengan menggunakansarana dan prasarana dan pengeloaan secara baik, maka selayaknya permendiknas keluar dengan pola urutan sbb

 

1. SI dan SKL,

2. Proses,

3. Penilaian

4. Guru

5 Sarana Prasarana

6.pengelolaan

 

Kalau dari Urutan permendiknas masih belum runut, lebih lanjut dari segi konteks dan kaitan masing masingpun masih diperlukan benang merah yang menyambung ketujuh standar ini agar dapat beroperasi dan sekaligus menunjukkan level pencapaian standar sebagai sebuah capaian kualitas pendidikan/sekolah. Salah satu yang menonjol  terlihat gebrakkan serta hingar bingarnya  proses UN sebagai kepanjangan tangan standar penilaian, yang melihat luaran secara terpisah dengan proses dan keberadaan sarana/prasarana serta keragaman sekolah yang ada di Indonesia. Apa hubungan UN dengan target visi pendidikan nasional secara definitif masih perlu dipertanyakan sekali lagi.

Read the rest of this entry »

Advertisements

This Situation Is By No Mean HOPELESS

May 20, 2008

Then when someone ask me about pension,  I must say  do we have the privilege to dream our pension, while our kids are still spoil and hopeless ? “

Hari ini saya sempet mampir ke blok pak Khalid melihat tulisannya  mengenai apa yang akan dilakukan pak Gatot sebelum pensiun, well it linked nicely dengan fikiran yang telah seminggu ini menggantung di fikiran saya. Meskipun penulis bukan pegawai negeri, namun angka 20-25 tahun kedepan nampaknya merupakan waktu yang terlihat pas, untuk mengukur jejak berapa banyak amal yang telah diukir sebagai bekal perjalanan selanjutnya….

Namun sebelum datang masa masa pensiun tersebut, ada baiknya kita memandang kedepan dan problema saat ini yang ada dihadapan kita. Dimulai dengan harga minyak melambung 128 USD/barrel,  sebuah hal yang pasti akan terjadi melihat konsumsi energi yang sedemikian tinggi. Disambung lagi dengan sebuah tulisan Pak KKG tentang pola pemanfaatn minyak bumi Indonesia, tulisan Tidak ada subsidi bagi BBM dan demo demo yang mengarah kepada kekerasan dan pengrusakkan, serta chaos yang mengarah pada destabilisasi serta menuju pemerintahan yang babak belur,  suramnya masa depan bila kenaikan BBM ini terjadi.. membuat penulis berfikir… berapa lama lagi kita akan meninabobokan anak negeri ini.

Krisis energi minyak ini pasti akan terjadi cepat atau lambat… Sayang kalau bangsa ini hanya bisa bereaksi setelah datangnya badai,.. bukan proaktif membersiapkan jalan untuk menyambut kedatangan Krisis energi ini.
 
Wake up…. For sure,… Krisis ini pasti akan terjadi, lihat saja statistik,  konsumsi dunia terhadap penggunaan minyak adalah 80 juta barrel oil per HARI.. angka 80 juta barrel perhari mungkin nggak akan menimbulkan masalah kalau cadangan dan produktifitas dunia ndak ada abisnya,, lha nyatanya kan ndak begitu. Menurut statistik lagi, reserve minyak  yang ada di muka bumi ini mencapai 800 milyar barrel, dengan estimasi masih ada lagi sekitar 3 trilyun barrel minyak bumi yang belum diketemukan, (padahal yang 800 milyar dan yang 3 Trilyun ini pun belum tentu semuanya bisa dipompa keatas bumi dan digunakan sebagai sumber energi..)

 Anway, kalau kita menghitung balik, berapa lama lagi kita bisa menggunakan energi cadangan minyak dunia  maka dengan asumsi penggunaan minyak konstan ( padahal pastinya terus meningkat setiap tahunnya) maka dari 800 milyar cadangan dunia akan ada 10,000 hari tersisa sebelum cadangan minyak dunia habis.. bis. Nah kalau kita hitung maka 10,000 hari ini sama dengan 27 tahun.   Kalau kita mau menghitung dengan benar dan memasukkan asumsi peningkatan konsumsi dunia sebesar 5% saja, maka hitungan 27 tahun merosot menjadi 15 tahun saja.

 Maka tepatnya pada tahun 2023, kita akan menghadapi krisis energi yang sesungguhnya dan mungkin bisa lebih cepat lagi menyadari pola pengunaan energi kita yang terus meningkat setiap tahunnya.  Well paling cepat 15 tahun lagi, atau paling lambat 27 tahun lagi.  Dimana kita pada saat itu… sudah pensiunkah?   Read the rest of this entry »


WTS for Worse Than Stealing…

May 17, 2008

 

Mencuri, adalah sebuah pekerjaan yang mendapatkan kecaman dimana mana. kita semua mengetahui alangkah dibencinya pekerjaan pencuri ini.    Di manapun kita berada, di strata apapun dimana mana, pekerjaan mencuri adalah pekerjaan yang hina, dan hukumannya mendekam di penjara yang dingin  hingga potong tangan. Mencuri, berarti mengambil barang/uang miliki orang lain/masyarakat dengan atau tanpa izin.

 

Korban pencurian biasanya sedih, nelangsa atau  ada juga yang marah besar, memaki maki atau memanggil polisi untuk mengusut si pencuri dan memberi hukuman yang setimpal….. 

 

Ah.. pastinya kita tidak ingin anak anak kita menjadi pencuri nantinya. Mencuri jelas jelas dilarang agama dan negara, “Thou shall not Steal..” demikian bunyi ten Commandment.

 

Di dalam Islam, hukum mencuri ditegaskan di dalam Al-Quran:

 

‘Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah kedua tangannya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana’ (Q.S. Al Maidah (5) : 38 )

 

Ketika kita menjual sebuah produk yang dibeli oleh masyarakat, kemudian produk tersebut gagal memberikan performance/kinerja yang diharapkan, maka kasus ini disebut sebagai “Worse Than Stealing”. Lebih buruk dibandingkan dengan pencurian.. WOW  

 

Bagaimana mungkin,… would you be kind and care to explain? Well, menurut Mr Taguchi seorang pakar kualitas dari Jepang yang terkenal dengan “Taguchi Method”, hal ini lebih buruk dari mencuri dikarenakan Read the rest of this entry »


Drop the Dead Donkey…..

May 13, 2008

“Eeeyore” dalam kisah Winnie The Pooh adalah seekor donkey atau keledai yang cutie dan menjadi idola beberapa anak anak kecil dalam komik Winnie The Pooh. Dalam kehidupan, keledai meskipun memiliki suara melengking yang memekakkan dan membuat sakit telinga, namun masih ada digunakan sebagai hewan pembawa beban.  Kebergunaan donkey, memang sebagai alat transportasi baik barang atau manusia. Dengan seekor donkey, Nabi Isa berkeliling memberikan tausiah bagi ummatnya, dengan donkey para kafilah berjalan membeli dan menjual barang barang merchant di masa lalu.

 

Nah yang akan kita bicarakan kali ini adalah seekor Donkey yang memang memiliki pola berjalan dengan lambat, bukan seekor kuda pacuan yang mampu melesat membawa tuannya menuju tujuan yang diharapkan. Dan sesuai dengan kemampuannya, pemeliharaan donkey tidak sesulit pemeliharaan seekor kuda pacu. Sangat berbeda sekali, baik dari segi pola makan dan treatment jauuh lebih mudah dan lebih murah disbanding dengan seekor kuda pacu.

 

 

Wait a second…..Sebelum kita melangkah lebih jauh dengan perkeledaian.. Apa korelasi seekor keledai  dengan diskusi kita mengenai “Mereka Harus Sukses”.

 

 

Well. Tentu saja ada, sebab untuk menghantar anak anak kita menuju tujuan suksesnya kita memerlukan sebuah alat trasportasi, bila kita cukup cukup kaya kita bisa membeli seekor kuda pony yang cantik yang menyenangkan anak anak kita untuk akan menghantar menuju tujuan, Atau beberapa dari kita memang sangat kaya dan mampu untuk membelikan seekor Kuda Pacu dengan harga yang menggiurkan meski dengan resiko kegalakan dan keamanan anak anak kita. Nah buat sebagian besar yang masih berada di pinggir marginal secara finansial, mendapatkan seekor keledai yang berjalan terserok serok dalam menuju tujuan mungkin sudah menjadi berkah sendiri.

 

Nah.. ada sedikit bayangan khan Read the rest of this entry »


Quality By Design

May 2, 2008

Ada satu kalimat bijak yang sampai saat ini masih melekat dalam benak penulis,  hasil dan oleh oleh dari sebuah  pelatihan “Training Guide for Islamic Workers” pada tahun 1992 di Muslim Youth Foundation Manchester UK.oleh DR Hisham At Thalib seorang aktifis pergerakan Islam dikagumi penulis. Kata tersebut berbunyi.

 

“ If you fail to plan, you are planning to fail.. “

 

 

Bahwa dalam menuju sebuah target, diperlukan sebuah perencanaan, bahkan tidak cukup hanya sekedar perencanaan asal, melainkan sebuah PERENCANAAN YANG MATANG. Tidak cukup dengan peribahasa “kumaha engke wae”,  harusnya malah dibalik “Engke Kumaha ?”

 

Peningkatan “value added” manusia merupakan inti dasar dari konsep pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang tidak bisa tidak harus direncanakan secara seksama. Oleh karena itu tips yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sebuah grand design merupan salah satu topik yang menjadi perhatian khusus dari penulis.

 

Salah satu proses perencanaan dari sebuah grand design yang sangat baik dan menjadi perhatian adalah proses perencanaan yang penulis  saksikan pada kunjungan kerja ke BOEING semasa tahun 1997an. Yaitu sebuah perencanaan yang dilakukan oleh team BOEING ketika merekayasa Pesawat 777. Read the rest of this entry »


It Takes Carbons To Make Diamond

December 30, 2007

Karbon mungkin menjadi sebuah unsur yang kita kenal sehari hari sebagai arang hitam lunak jelaga, sisa pembakaran, yang dihujat para environmentalis karena membuat CO2 yang menjadikan perubahan iklim dunia semakin panas.

 

Harga  karbon sangat bervariasi, ada karbon yang hampir hampir tidak memiliki nilai, anda bisa beli sekarung arang bekas pembakaran hanya dengan harga yang murah, ada juga karbon yang sedikit  memiliki nilai setelah mengalami proses dijadikan karbon aktif atau  arang/grafit yang lunak sehingga mudah digunakan menjadi mata pensil untuk menulis, dan ada juga karbon  yang cukup mahal ketika diolah menjadi serat serta karbon dan digunakan dalam berbagai struktur yang ringan seperti raket badminton (Carbonex) atau raket tennis, stick golf,  stick pancingan sampai pada struktur mobil Formula One yang sangat ringan, hingga Struktur pesawat tempur siluman dan satelit yang bersandar pada penggunaan karbon komposit.  

diamond.jpg

Karbon adalah salah satu dari sedemikian banyak material yang ada dimuka bumi ini, dan dari seluruh material/bahan yang ada didunia ini, ada satu material yang memiliki nilai yang sangat tinggi, yang dicari cari baik karena keindahannya maupun sifat mekanik yang dimilikinya. Diamond atau berlian merupakan sebuah material permata putih dan kaang berwarna hitam  yang memiliki sinar cemerlang dan menarik, dan diakui saat ini merupakan material yang dikenal paling mahal harganya  dan paling banyak dicari

Read the rest of this entry »


Paving The Way for Their Success

December 30, 2007

Mereka Harus Sukses,

Itu komitmen yang kita nyatakan untuk anak didik kita. Anda setuju… What Next ?

 

Pertama tama kita harus sadar bahwa sukses dalam pandangan kita hari ini mungkin akan berbeda dengan sukses di mata anak anak kita. Anak kita mungkin akan hidup dengan zaman yang berbeda dengan zaman kita, jadi lupakan sentimental memori masa lalu  kita, sebaliknya pergeseran paradigma yang terjadi dalam masyarakat harus kita pahami lebih  dahulu untuk kemudian mempersiapkan langkah.

 

Salah satu pergeseran yang terjadi di tatanan sosial adalah   perkembangan teknologi informasi dengan sangat cepat dalam satuan detik. Kita dapat melihat bahwa ekonomi dunia bergerak menuju sebuah masyarakat informasi yang inclusive dari ketersediaan sumber informasi hingga akses telekomunikasi, hand phone dengan 3.5 G bertaburan. Teknologi ini jelas menciptakan sebuah tatanan sosial yang jauh berbeda saat ini dengan masa lalu, dan bahkan masa depan dengan saat ini.

 

Masyarakat duniapun sepakat bahwa teknologi informasi ini merupakan kunci dalam mencapai sustain growth, prosperity dan perkembangan nasional dalam dunia kontemporer ini. Baca saja deklarasi PBB ditahun 2000 menyambut millennium, atau deklarasi para menteri ECOSOC di tahun yang sama, yang intinya menyatakan bahwa penggunaan TI merupakan sarana dalam sebuah ekonomi dunia berbasiskan pengetahuan.

 

 

 

Ya… sebuah dunia yang berbasiskan pengetahuan, bukan sekadar kekuatan otot, atau kekayaan alam semata. Read the rest of this entry »