<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mereka Harus Sukses</title>
	<atom:link href="http://merekaharussukses.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://merekaharussukses.wordpress.com</link>
	<description>Fostering Youth to reap their own Success</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 May 2008 15:54:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='merekaharussukses.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ee99d1417355a15791d43e67d142ed18?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mereka Harus Sukses</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Measuring Success With Quality</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/23/measuring-success-with-quality/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/23/measuring-success-with-quality/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 12:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
“ ANTARA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN BALDRIGE AWARD : KRITERIA PENDIDIKAN UNTUK PENCAPAIAN KINERJA UNGGULAN “
 
Sampai dengan tahun sembilan puluhan, usaha untuk meningkatkan mutu sekolah di dunia internasional dilaksanakan secara implisit yaitu pada perbaikan mutu kurikulum dan tidak pada program perbaikan mutu sekolah secara langsung dan menyeluruh. Seakan akan dengan merubah kurikulum, maka tercipta sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=35&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/baldrigebgf1.gif"></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">“ ANTARA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN BALDRIGE AWARD : KRITERIA PENDIDIKAN UNTUK PENCAPAIAN KINERJA UNGGULAN “</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">Sampai dengan tahun sembilan puluhan, usaha untuk meningkatkan mutu sekolah di dunia internasional dilaksanakan secara implisit yaitu pada perbaikan mutu kurikulum dan tidak pada program perbaikan mutu sekolah secara langsung dan menyeluruh. Seakan akan dengan merubah kurikulum, maka tercipta sebuah kualitas pendidikan yang baik. Nyatanya tidak sedemikian rupa, bahwa banyak faktor yang terkait yang perlu mendapat sentuhan prosedur mutu agar peningkatan kurikulum juga diikuti pada sector pendidikan lainya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">Di Indonesia, belakangan ini setelah tercecer selama 3 tahun setelah Sisdiknas, 7 dari 8 standar pendidikan diramu dan dijadikan patokan standar pendidikan nasional. Ketujuh standar tersebut adalah Standar Isi, Standar komptensi lulusan, Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Guru, Standar Pengelolaan,dan standar penilaian.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">Selayaknya ketujuh standar tersebut akan merepresentasikan kualitas pendidikan Nasional, namun dengan pola segmentatif serta non sistematis membuat 7 standar ini seakan tidak berjalan bersama dalam satu kesatuan. Keluarnya yang standar inipun terlihat tidak sistematik, dimulai di mei 2006 keluar SI dan SKL, dengan dibantu oleh ketentuan penerapan SI dan SKL,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">1. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi (SI)</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">2. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 Tentang SKL</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">3. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Guru</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">4. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 Standar Pengelolaan Pendidikan</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">5. Permendiknas No. 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">6. Permendiknas No. 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana &amp; Prasarana</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">7. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses :</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">8. standar pembiayaan : belum keluar</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">yang terakhir keluar adalah permendiknas n0 41 dibulan oktober 2007, Jadi dengan rentang waktu sebanyak 1.5 tahun, ketujuh standar ini keluar, dan dari urutan keluarnya menunjukkan konsep pembuatan yang segmentis dan tidak runut, Standar proses pembelajaran misalnya keluar paling bontot, padahal jantung pendidikan adalah pada proses, bagaimana pembelajaran dilakukan oleh siswa didik.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan memahami target pendidikan (si &amp; SKL) yang dicapai melalui sebuah proses kemudian diukur pencapaiannya dengan penilaian yang tepat, dilaksankan oleh guru, dengan menggunakansarana dan prasarana dan pengeloaan secara baik, maka selayaknya permendiknas keluar dengan pola urutan sbb</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;">1. SI dan SKL,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;">2. Proses,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;">3. Penilaian</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;">4. Guru</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;">5 Sarana Prasarana </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;">6.pengelolaan</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau dari Urutan permendiknas masih belum runut, lebih lanjut dari segi konteks dan kaitan masing masingpun masih diperlukan benang merah yang menyambung ketujuh standar ini agar dapat beroperasi dan sekaligus menunjukkan level pencapaian standar sebagai sebuah capaian kualitas pendidikan/sekolah. Salah satu yang menonjol  terlihat gebrakkan serta hingar bingarnya  proses UN sebagai kepanjangan tangan standar penilaian, yang melihat luaran secara terpisah dengan proses dan keberadaan sarana/prasarana serta keragaman sekolah yang ada di Indonesia. Apa hubungan UN dengan target visi pendidikan nasional secara definitif masih perlu dipertanyakan sekali lagi.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-35"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia luar, konsep peningkatan kualitas pendidikan nampak sempat tertinggal dengan counterpartnya yaitu pengguna SDM di industri. Dimana konsep kualitas yang dikomandoi oleh Demming dan Juran bergulir jauh di bidang industri produk/manfaktur maupun jasa, sampai pada konsep quality manajemen manual yang dapat disertifikasi oleh badan Internasional seperti ISO hingga pada level Six Sigma yang diperkenalkan oleh Motorolla, di tahun 1986, dan berhasil menyabet penghargaan Maclom Baldrige di tahun 1988 dan kemudian di adposi oleh banyak perusahaan besar seperti GE, Allied signal dan menempatkan sepertiga dari perusahaan &#8220;fortune 500&#8243; sebagai pengguna sistem kualitas ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara mutu di bidang pendidikan, konsep mutu masih menjadi perdebatan, apakah benar dan tepat mengkiaskan pelanggan pada industri dengan siswa sebagai pembeli pendidikan. Banyak yang tidak setuju, karena konsep kualitas yang ada hanya berdasarkan pada hal hal yang diukur, bukan berdasarkan nilai kualitatif. Dan khususnya dalam pendidikan pencapaian kualitas pendidikan tidak cukup berhenti hanya pada ukuran ujian atau pencapaian nilai test kognitif semata, namun pada nilai nilai afektif yang humanis. terlebih lagi smeua sadar bahwa luaran dari pendidikan berbicara pada jangka waktu yang cukup panjang dan pada jangka waktu tersebut akan banyak kejadian /hal yang akan menelikung hasil akhir dari proses pendidikan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yang setuju dengan kiasan diatas maka penerapan konsep mutu pendidikan merupakan ajang yang uji coba yang memang layak untuk diterabas, karena belum adanya kesamaan visi, kurikulum, fasilitas, lokasi, penekanan pendidikan dsb. Oleh karenanya diperlukan sebuah kerangka khusus dalam memahami luaran pendidikan yang bagaimana yang akan enjadi tolok ukur keberhasilan sebuah proses pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sistim mutu internasional yang ada, hanya penghargaan Baldrige yang telah menyentuh dan mengakomodasi konsep pengukuran kinerja organisasi/institusi pendidikan secara spesifik. Penghargaan Baldrige atau Baldrige awards diresmikan oleh kongress Amerika di tahun 1987 dan mengambil nama Malcom Baldrige, sekretaris perdagangan Amerika yang ke 26. Penghargaan Baldrige diberikan kepada perusahaan atau organisasi dalam kategori Manufaktur, Usaha Kecil, Kesehatan dan Pendidikan dengan didasarkan pada keunggulan kinerja perusahaan atau organisasi. Namun baru di tahun 1999 kriteria kualitas pendidikan ini dipertandingkan untuk institusi pendidikan di Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Semenjak dibukanya kompetisi mutu Baldrige kategori Pendidikan di tahun 1999, tiga puluh tujuh organisasi pendidikan telah mengajukan diri sebagai kontestan penerima penghargaan. Namun baru di tahun 2001 tiga organisasi pendidikan dianggap layak menerima penghargaan Baldrige.</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh kontestan melalui penilaian mutu yang ketat, dengan sekitar 300 s/d 1000 jam pemeriksaan serta tinjauan oleh dewan penguji independen. Ditahun 2002 kembali penghargaan untuk mutu pendidikan tidak diberikan karena dianggap tidak ada yang memenuhi syarat penilaian minimum untuk mendapatkan award. Di tahun 2003, satu institusi pendidikan berhasil mendapatkan penghargaan mutu yang bergensi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria Baldrige yang merupakan dasar dari kajian diri organisasi, telah digunakan berbagai organisasi untuk ikut dalam kompetisi bergengsi di Amerika untuk mendapatkan penghargaan/award dibidang mutu. Selain itu kriteria Baldrige telah juga digunakan oleh banyak organisasi tidak hanya untuk ikut dalam kompetesi mutu namun untuk memberikan masukan kepada organisasi mengenai status kinerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan adanya kriteria Baldrige yang dikompetisikan secara nasional di Amerika, tiga manfaat utama yang terlihat adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1. membantu untuk meningkatkan kinerja organisasi secara praktek, kemampuan dan hasil capaian.<br />
2. Untuk memfasilitasi komunikasi dan penyebaran praktek baik ke seluruh organisasi lainnya.<br />
3. Sebagai perangkat kerja untuk memahami dan mengelola kinerja dan untuk mengarahkan perencanaan organisasi serta peluang untuk belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat perkembangan akan sistim mutu pendidikan yang telah berjalan baik di Amerika, maka gelombang adopsi sistem kualitas telah mampu memacu sistim pemantauan kualitas pada institusi pendidikan di berbagai tempat seperti new zealand dan australia dan beragam tempat lainnya. Di Indonesia kajian diri yang sistematis berdasarkan sistim pemantauan kualitas pada sekolah merupakan hal yang masih baru dan sangat jarang dilakukan secara sistematik. Padahal kualitas atau mutu merupakan sebuah prasyarat utama dalam menghadapi zaman yang penuh dengan kompetisi. Tanpa Mutu yang baik pada setiap produk atau jasa yang dihasilkan maka masyarakat atau pelanggan akan dengan cepat beralih menggunakan produk/jasa dari organisasi lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sektor pendidikan, terciptanya mutu pendidikan yang baik merupakan cikal bakal terciptanya sumber daya manusia yang tangguh dan handal, yang akan mengelola negara ini. Bila kualitas pendidikan rendah maka akan mutu SDM juga akan rendah dan selanjutnya berimbas pada pola pengelolaan negara yang juga tidak baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Adanya Sistim akreditasi sekolah yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah merupakan sebuah langkah yang baik, namun seringkali perolehan peringkat akreditasi merupakan target utama, bukan peningkatan mutu sekolah itu sendiri. Oleh karena itu sebuah pemantauan diri yang bermaksud untuk semata meningkatkan pendidikan perlu mendapat perhatian dari para pengelola sekolah sekolah di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem kajian diri yang digunakan pada kompetisi mutu Baldrige untuk sekolah di Amerika merupakan sebuah standar yang sangat baik dan bisa diadopsi pada sekolah sekolah di Indonesia. Dibawah ini sekelumit mengenai kriteria dan proses kajian diri tersebut</p>
<p style="text-align:justify;">Baldrige Award : Kriteria Pendidikan untuk Mencapai Target Kinerja Unggulan</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria baldrige dibangun berdasarkan nilai nilai utama serta konsep yang terintegrasi dan saling terkait. Nilai dan konsep tersebut merupakan benang merah dari kepercayaan yang tertanam serta tingkah laku yang terlihat pada organisasi yang memiliki keunggulan kinerja. Nilai serta konsep tersebut adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">- Kepemimpinan yang memiliki visi<br />
- Pendidikan yang memiliki orientasi pusat pembelajaran<br />
- Organisasi dan pembelajaran individu<br />
- Penilaian fakultas, staf akademis serta mitra kerja<br />
- Agilitas<br />
- terfokus ke masa depan<br />
- pengelolaan inovasi<br />
- pengelolaan berdasarkan fakta<br />
- tanggung jawab sosial<br />
- Fokus pada hasil dan penciptaan nilai<br />
- Prespektif pada sistem bukan sektoral</p>
<p style="text-align:justify;">Nilai dan konsep tersebut merupakan fondasi dalam mengintegrasikan persyaratan kunci pada sebuah kerangka kerja yang berorientasi pada hasil. Sehingga nantinya dapat digunakan untuk dasar kerja dan introspeksi masukan/feedback.</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria Pendidikan Baldrige untuk tahun 2004 memastikan nilai utama serta konsep diatas dalam tujuh bagian kerangka kerja yang bisa diadaptasi sesuai kebutuhan tiap organisasi, termasuk pendidikan. Namun adaptasi ini tidak bermakna bahwa setiap persyaratan harus didekati dengan cara yang sama. Ketujuh kriteria tersebut adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Kepemimpinan,<br />
2. Perencanaan Strategis,<br />
3. Siswa, Stakeholder, dan Fokus pasar<br />
4. Pengukuran, Analisis dan manajemen pengetahuan<br />
5. Fokus pada staff dan falkultas<br />
6. Manajemen Proses<br />
7. Hasil Kinerja Organisasi</p>
<p style="text-align:justify;">Gambar dibawah menunjukkan korelasi antara ketujuh kriteria dengan profil organisasi sebagai atap dari kerangka kerja dan operasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-39" src="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/baldrigea2.gif?w=450&#038;h=279" alt="" width="450" height="279" /></p>
<p style="text-align:justify;">Profil Organisasi</p>
<p style="text-align:justify;">Profil organisasi (top of figure) menciptakan setting konteks untuk organisasi beroperasi. Lingkungan, hubungan kerja kunci serta tantangan strategis berperan sebagai payung petunjuk untuk sistem manajemen kinerja organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem Kerja Operasi</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem kerja operasi yang terletak di tengah tengah gambar terdiri dari enam kategori baldrige yang menunjukkan kerja dan operasi organisasi dan hasil kinerja yang didapatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepemimpinan (kategori 1), Rencana Strategis (kategori 2) dan siswa, stakeholder dan fokus pasar (kategori 3) mencerminkan segitiga kepemimpinan. Ketiga kategori ini digabungkan dalam satu segitiga untuk menekankan pentingnya pemimpin yang memiliki fokus pada stragei dan kepada siswa serta stakeholder. Pemimpin senior menyatakan kemana arah dari organisasi serta mencari peluang bagi organisasi di masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Fokus pada Fakultas dan staf pengajar (kategori 5), manajemen proses/sekolah (kategori 6) dan hasil kinerja organisasi (kategori 7) mencerminkan segitiga hasil. Sistim pengorganisasian pada fakultas serta staf pengajar dan pelaksanaan proses kunci adalah kegiatan utamaa organisasi untuk menghasilkan sebuah kinerja organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh kegiatan bermuara pada hasil kinerja organisasi, sebuah campuran kinerja yang menunjukkan kinerja siswa, stakeholder, finansial, serta kinerja operasional termasuk juga kinerja yang berhubungan dengan fakultas dan staf pengajar, pemerintah serta tanggung jawab sosial pada masyarakat. Panah horizontal menghubungkan segitiga kepemimpinan dengan segitiga hasil kinerja, dimana merupakan fakor krtitikal dalam kesuksesan organisasi. Lebih jauh lagi terdapat hubungan inti anatar kepemimpinan (kategori 1) dengan hasil kinerja organisasi (kategori 7). Anak panah bermata dua menunjukkan pentingnya feedback/masukan mengenai sistem manajemen kinerja yang efektif.</p>
<p style="text-align:justify;">Fondasi dari sebuah sistem organisasi</p>
<p style="text-align:justify;">Pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan (kategori 4) merupakan elemen yang kritikal terhadap sistem manajemen kinerja yang efektif dan terhadap basis fakta, sistem yang dikendalikan oleh pengetahuan untuk peningkatan kinerja. Pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan berperan sebagai landasan fondasi untuk kinerja sistem manajemen.</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria Baldrige di bidang pendidikan di desain untuk membantu organisasi dalam menerapkan pendekatan terpadu untuk mengelola kinerja organisasi yang menghasilkan peningkatan nilai yang berkesinambungan kepada siswa dan pihak terkait (stakeholder), secara langsung memiliki kontribusi pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus meningkatkan efektifitas, kemampuan organisasi dan pembelajaran individunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bilamana sekolah telah memiliki data yang baik serta komplit maka prosesnya akan lebih sederhana menjadi sebagai berikut.</p>
<p style="text-align:justify;"> <img class="aligncenter size-full wp-image-40" src="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/baldrigebgf1.gif?w=450&#038;h=424" alt="" width="450" height="424" /></p>
<p style="text-align:justify;">Penerapan konsep serta kriteria Malcolm Baldrige ini kemudian menjadi salah satu agenda yang perlu di sederhanakan dalam bentuk sebuah kode komputer, Create Fondation dalam hal ini mengadopsi dan menmperkaya konsep kualitas pendidikan dalam sebuah pake Aplikasi edutekh yang diberinama EDUQUAL. Tujuannya sederhana, beum sampai untuk ikut dalam lomba bergengsi Malcolm baldrige Award, tapi cukup sebagai kajian diri sejauh mana pendidikan kita telah bekerja menggapai mutu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan kajian diri ini akan menghasilkan dokumen sistim mutu pendidikan yang komprehensif berdasarkan 7 kriteria baldrige award. Serta penilaian dan masukan atas temuan kajian diri yang juga berdasarkan kriteria penilaian Baldrige award. Disamping itu luaran yang tidak ternilai adalah penguasaan proses kajian diri pada staf/tim yang dibentuk sekolah sehingga proses kajian diri nantinya akan dapat terus menerus dilaksanakan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=35&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/23/measuring-success-with-quality/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/baldrigea2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/baldrigebgf1.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>This Situation Is By No Mean HOPELESS</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/20/this-situation-is-by-no-mean-hopeless/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/20/this-situation-is-by-no-mean-hopeless/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 06:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Then when someone ask me about pension,  I must say  do we have the privilege to dream our pension, while our kids are still spoil and hopeless ? &#8220;

Hari ini saya sempet mampir ke blok pak Khalid melihat tulisannya  mengenai apa yang akan dilakukan pak Gatot sebelum pensiun, well it linked nicely dengan fikiran yang telah seminggu ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=33&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">&#8220;<span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Then when someone ask me about pension,  I must say  do we have the privilege to dream our pension, while our kids are still spoil and hopeless ? &#8220;</span></span></span></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hari ini saya sempet mampir ke blok pak Khalid melihat tulisannya  mengenai apa yang akan dilakukan pak Gatot sebelum pensiun, well it linked nicely dengan fikiran yang telah seminggu ini menggantung di fikiran saya. Meskipun penulis bukan pegawai negeri, namun angka 20-25 tahun kedepan nampaknya merupakan waktu yang terlihat pas, untuk mengukur jejak berapa banyak amal yang telah diukir sebagai bekal perjalanan selanjutnya….</span></span></p>
<div></div>
<div><span style="font-size:10pt;"></span></div>
<p><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;">Namun sebelum datang masa masa pensiun tersebut, ada baiknya kita memandang kedepan dan problema saat ini yang ada dihadapan kita. Dimulai dengan harga minyak melambung 128 USD/barrel,<span>  </span>sebuah hal yang pasti akan terjadi melihat konsumsi energi yang sedemikian tinggi. Disambung lagi dengan sebuah tulisan Pak KKG tentang pola pemanfaatn minyak bumi Indonesia, tulisan Tidak ada subsidi bagi BBM dan demo demo yang mengarah kepada kekerasan dan pengrusakkan, serta chaos yang mengarah pada destabilisasi serta menuju pemerintahan yang babak belur,<span>  </span>suramnya masa depan bila kenaikan BBM ini terjadi.. membuat penulis berfikir… berapa lama lagi kita akan meninabobokan anak negeri ini.</span></p>
<p>Krisis energi minyak ini pasti akan terjadi cepat atau lambat… Sayang kalau bangsa ini hanya bisa bereaksi setelah datangnya badai,.. bukan proaktif membersiapkan jalan untuk menyambut kedatangan Krisis energi ini.</p>
<p> <br />
Wake up…. </span><span style="font-size:10pt;">For sure,… Krisis ini pasti akan terjadi, lihat saja statistik, <span> </span>konsumsi dunia terhadap penggunaan minyak adalah 80 juta barrel oil per HARI.. angka 80 juta barrel perhari mungkin nggak akan menimbulkan masalah kalau cadangan dan produktifitas dunia ndak ada abisnya,, lha nyatanya kan ndak begitu. Menurut statistik lagi, reserve minyak <span> </span>yang ada di muka bumi ini mencapai 800 milyar barrel, dengan estimasi masih ada lagi sekitar 3 trilyun barrel minyak bumi yang belum diketemukan, (padahal yang 800 milyar dan yang 3 Trilyun ini pun belum tentu semuanya bisa dipompa keatas bumi dan digunakan sebagai sumber energi..)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> <span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Anway, kalau kita menghitung balik, berapa lama lagi kita bisa menggunakan energi cadangan minyak dunia <span> </span>maka dengan asumsi penggunaan minyak konstan ( padahal pastinya terus meningkat setiap tahunnya) maka dari 800 milyar cadangan dunia akan ada 10,000 hari tersisa sebelum cadangan minyak dunia habis.. </span><span style="font-size:10pt;">bis. Nah kalau kita hitung maka 10,000 hari ini sama dengan 27 tahun.   </span></span><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau kita mau menghitung dengan benar dan memasukkan asumsi peningkatan konsumsi dunia sebesar 5% saja, maka hitungan 27 tahun merosot menjadi 15 tahun saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> <span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Maka tepatnya pada tahun 2023, kita akan menghadapi krisis energi yang sesungguhnya dan mungkin bisa lebih cepat lagi menyadari pola pengunaan energi kita yang terus meningkat setiap tahunnya.<span>  </span>Well paling cepat 15 tahun lagi, atau paling lambat 27 tahun lagi. <span> </span>Dimana kita pada saat itu&#8230; sudah pensiunkah? <span> <span id="more-33"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ada yang masih bersikeras.. ah.. tenang aja yang 3 trilyun pasti akan ketemu kok,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Mungkin Benar.. tapi dengan trend konsumsi yang ada, maka dengan harga berapa minyak tersebut akan dijual kepada kita? </span><span style="font-size:10pt;">Can we afford to buy such luxury oil in the future?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Coba kita pandang kedepan, 15 tahun mendatang, dimana anak anak kita yang saat ini masuk SD  kelas3  akan berumur 23 tahun, baru lulus kuliah, namun sulit bekerja karena malam pekat tak ada listrik terang benderang yang selama ini kita nikmati, dan terus secara boros dihamburkan..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sementara kita sibuk berdebat… Subsidi BBM <span> </span>boleh atau tidak</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sementara anak anak kita terlena, nonton <span> </span>tv berjam jam</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sementara iklan rokok dengan gemerlap ribuan watt menerangi malam hari </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sementara kegiatan non produktif <span> </span>disko disko, hura hura, dan beragam perhelatan terus berjalan.. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sementara para politisi engan bervisi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kita di lelapkan… “tidak ada krisis energi”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Anak anak kita terlelapkan<span>  </span>Jangan khawatir nak… kita kaya kok</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seharusnya mereka dibangunkan dari lena, dan dipersiapkan untuk menyambut dan mendesain alternative energi lain yang akan mereka gunakan dimasanya nanti,  </span></span><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">atau lagi lagi kita , masih memiliki pola fikir tuan tanah kaya yang berfikiran ah nanti kan ada yang akan menemukan alternatif energi tersebut gue tinggal beli aja&#8230;.<span>  </span>Tenang brur<span>  </span>belanda masih jauh&#8230;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">We are heading to a nowhere, while other prepare in detail.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau benar ini cara fikir kita, then We are HOPELESS, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">sementara Amerika dengan berani dan boldy mencaplok reserve minyak irak, karena sadar that we are heading into that , sementara Amerika melarang Iran mengembangkan Nuklir dinegaranya, karena for sure siapa saja yang memilik teknologi nuklir paling tidak akan terlepas dari jeratan krisis akibat langkanya fuel fossil ini  sekaligus keluar sebagai pensupply energi dunia at what cost we dont know,.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">tetapi negara ini, bangsa ini&#8230; masih lelap&#8230;the party isnt over yet&#8230;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> <span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Situasi ini dan kedepan memang sulit, dan dipersulit dengan keenganan kita untuk membuka mata, bahwa jaman memang telah berubah, <span> </span>pola konsumptif yang kita miliki will be heading into an end. Pola hura hura serta boros harus segera dihentikan pada setiap level, dan mulai menggantikan dengan pola produktif serta penghargaan yang sesuai dengan produktifitasnya,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Harga minyak mahal ndak jadi masalah bila penghasilan kita juga cukup.  masalahnya kita terbiasa dijadikan &#8220;tenaga murah meriah  atau bahkan peminta minta&#8221; sehingga  kenaikan bensin menjadi malapetaka. INI adalah buah dari sistem pendidikan yang gagal membuat manusia indonesia produktif dan layak untuk hidup sejahtera.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><em>This situation is difficult and hard, but is by no mean Hopeless</em></strong>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kita harus segera merubah pola didik kepada anak anak kita.sekaligus mencontohkan penggunaan energi yang hemat dan berguna.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">There is a hope, bahwa someday adalah anak anak kita yang berhasil dan sukses mengembangkan energi alternative, entah dari teknologi nuklir, solar, wind atau yang lainnya. Lebih pastinya hal ini adalah tugas kita sebagai pendidik untuk menghantarkan anak anak mampu menguasai iptek dan mampu mendesain sekaligus mempersiapkan mental anak menghadapi zaman yang tak pasti. Mereka perlu kemampuan kreatifitas untuk keluar dengan alternative solusi di masa depan dan dibangunkan dari lena tuk menghadapi kenyataan dengan mata terbuka.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi kita hal ini adalah kerja hari ini, harus dimulai dari sekarang, let us start working to make them start thinking to solve their future problems. </span></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Then when someone ask me about pension,  I must say  do we have the privilege to dream our pension, while our kids are still spoil and hopeless ? </span></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Lagi lagi… <strong><em>Mereka <span> </span>harus sukses</em></strong>… at any cost we must prepare.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=33&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/20/this-situation-is-by-no-mean-hopeless/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WTS  for Worse Than Stealing&#8230;</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/17/wts-for-worst-than-stealing/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/17/wts-for-worst-than-stealing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 10:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[



 

Mencuri, adalah sebuah pekerjaan yang mendapatkan kecaman dimana mana. kita semua mengetahui alangkah dibencinya pekerjaan pencuri ini.    Di manapun kita berada, di strata apapun dimana mana, pekerjaan mencuri adalah pekerjaan yang hina, dan hukumannya mendekam di penjara yang dingin  hingga potong tangan. Mencuri, berarti mengambil barang/uang miliki orang lain/masyarakat dengan atau tanpa izin.
 
Korban pencurian biasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=28&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div></div>
<div><span style="font-size:10pt;"></span></div>
<p><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/stealing-future-generation-13.jpg"><img class="size-medium wp-image-32 aligncenter" src="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/stealing-future-generation-13.jpg?w=372&#038;h=240" alt="" width="372" height="240" /></a></span></span></p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mencuri, adalah sebuah pekerjaan yang mendapatkan kecaman dimana mana. kita semua mengetahui alangkah dibencinya pekerjaan pencuri ini.    </span></span><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di manapun kita berada, di strata apapun dimana mana, pekerjaan mencuri adalah pekerjaan yang hina, dan hukumannya mendekam di penjara yang dingin<span>  </span>hingga potong tangan. Mencuri, berarti mengambil barang/uang miliki orang lain/masyarakat dengan atau tanpa izin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Korban pencurian biasanya sedih, nelangsa atau<span>  </span>ada juga yang marah besar, memaki maki atau memanggil polisi untuk mengusut si pencuri dan memberi hukuman yang setimpal&#8230;..<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Ah.. pastinya kita tidak ingin anak anak kita menjadi pencuri nantinya. </span><span style="font-size:10pt;">Mencuri jelas jelas dilarang agama dan negara, “Thou shall not Steal..” demikian bunyi ten Commandment.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di dalam Islam, hukum mencuri ditegaskan di dalam Al-Quran:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">&#8216;Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah kedua tangannya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana&#8217; (Q.S. Al Maidah (5) : 38 )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ketika kita menjual sebuah produk yang dibeli oleh masyarakat, kemudian produk tersebut gagal memberikan performance/kinerja yang diharapkan, maka kasus ini disebut sebagai “Worse Than Stealing”. Lebih buruk dibandingkan dengan pencurian.. WOW<span>   </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagaimana mungkin,… would you be kind and care to explain? Well, menurut Mr Taguchi seorang pakar kualitas dari Jepang yang terkenal dengan “Taguchi Method”, hal ini lebih buruk dari mencuri dikarenakan <span id="more-28"></span>kalau kita mencuri uang Rp 100 ribu dari orang lain, maka orang tsb kehilangan 100 ribu, dan kita mendapatkan uang 100 ribu. Tdak ada pengurangan nilai uang , hanya ada perpindahan kepemilikan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tapi dalam hal kita menjual barang seharga 100 ribu pada orang namun tidak berfungsi, maka orang tersebut sama, telah kehilangan uang 100 ribu, namun bedanya kita tidak mendapat 100 ribu, kita mungkin hanya mendapat 40 atau 50 ribu saja karena ada biaya produksi pembuatan barang yang hilang yaitu sebesar 50 hingga 60 ribu tsb.<span>  </span>Terjadi pengurangan nilai uang yang hilang dikarenakan memproduksi barang sampah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Jadi menjual barang tidak berkualitas sama saja mencuri even WORST..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nah ..coba kita<span>  </span>aplikasikan kasus diatas pada pendidikan kita?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berapa banyak institusi pendidikan yang benar benar membawa pencerahan pada anak didik kita, sehingga mereka mampu melangkah menuju kesuksesan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berapa banyak sekolah atau bahkan perguruan tinggi menyadarii bahwa lulusannya tidak memiliki kompetensi yang diharapkan, padahal waktu dan tenaga erta biaya telah dibayarkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh karenanya pendidikan perlu mengenal dan menerapkan<span>  </span>proses rekayasa kualitas pendidikan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam membahas sebuah rekayasa kualitas pendidikan, penulis mengenal dua proses utama dalam mengendalikan hasil, dalam hal ini yaitu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>penjaminan kualitas pendidikan<span>  </span>semasa perencanaan (OFF-Line) dimana proses pengendalian kualitas diterapkan pada fasa perencanaan dengan menerapkan target optimasi pada setiap parameter kinerja pendidikan dan menerapkan<span>  </span>metoda statistik diterapkan jauh sebelum pelaksanaan proses pendidikan di sekolah sekolah dilaksanakan, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penjaminan Kualitas Pendidikan semasa pelaksanaan (On-Line)<span>  </span>dimana proses pengendalian kualitas diterapkan pada fasa pelaksanaan proses pendidikan di sekolah sekolah tersebut. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selama ini kita mengenal konsep kualitas seringkali dalam konteks sebuah pabrik dalam hal perbaikan atau pengendalian produk, yang diterapkan pada fase proses manufaktur produk tersebut sudah atau sedang berjalan,<span>  </span>sampel produk jadi, dianalisis kesesuaiannya dengan blue print serta dirakit dengan bagian lain untuk dilihat sejauh mana kecocokan dan kesesuaian yang dimiliki produk tersebut. Bila terjadi ketidak sesuaian yang sangat signifikan dengan gambar maka proses manufaktur diihentikan dan dicari inti permasalahan yang ada<span>  </span>yang membuat produk menyimpang dari blueprint. Kualitas pabrik akan diukur sejauh mana produk produk hasil fabrikan sesuai dengan gambar teknik dan dengan tingkatan toleransi yang diminta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Permasalahannya akan menjadi jauh kompleks apabila terdapat kesalahan pada blueprintnya. Sehingga membuat benda produk meskipun telah dibuat sesuai dengan gambar namun<span>  </span>tidak mampu berfungsi sesuai dengan kinerja yang diharapkan, tak perduli sepandai dan selihai apa orang orang yang terlibat dalam proses manufaktur benda tersebut namun hasil akhir dari kinerjanya tak sesuai karena terjadi kesalahan dalam desain</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tak sedikit pembuat barang yang tak perduli dengan kualitas barang yang dideliver kepada pelanggannya,<span>  </span>pelanggang membeli barang yang kadang jauh dari fungsi yang ditawarkan, atau hanya mampu berkerja beberapa waktu saja sebelim kemudian “kaput”,. Tak berguna lagi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Taguchi<span>  </span>menyebut kasus seperti ini dengan kalimat “ Worst Than Stealing”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hal yang sama akan terjadi dalam pendidikan, tak perduli seberapa hebat dan konsistennya para guru dan civitas akademika dalam melaksanakan proses pendidikan, hanya akan menjadi sia sia bila ternyata kesalahan ada pada blue print pendidikan yang hendak dicapai. Arang Habis besi Binasa,<span>  </span>habis sudah tenaga serta fikiran para pendidik untuk mencapai target Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar,<span>  </span>namun semua sia sia karena SK dan KD tersebut tidak sama sekali memiliki korelasi dengan kebutuhan masayarakat di masanya nanti.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Masyarakat membutuhkan tenaga muda lulusan yang kreatif memberikan solusi, namun yang didapat hanya sekumpulan manusia beo yang hanya memuntahkan jargon jargon yang dihapalkan selama ini, enggan untuk berinisiatif dan berbeda dengan kumpulannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span></span><span style="font-size:10pt;">Untuk itu sangat penting memahami “Quality by Design” untuk pendidikan. Dimana kualitas pendidikan yang dicapai memang hasil sebuah perencanaan, bukan tambal sulam atau untung untungan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Proses Pendididikan tidak dan bukan berjalan pada ruang inert hampa udara. Pasti ada input, proses serta ouput yang saling mempengaruhi,<span>  </span>tak jarang output satu proses menjadi inputan proses lain.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">School corporation inc., sekolah berbisnis, bisnis sekolah atau sekolah mengadopsi<span>  </span>pola business dalam meraih kepuasan palanggan.<span>   </span>Berkembangnya Kode,<span>  </span>benchmark dan good practice di sektor bisnis dan profesional sedikit banyak memberikan angin segar pada pendidikan. Saat ini pendidikan Indonesia sudah banyak mengadopsi pola bisnis dalam mengatur manajemen sekolahnya, namun sayangnya yang diadopsi hanya dari sisi bagaimana memperoleh pengembalian finansial secepatnya dan making profit dari kegiatan pendidikan, dan keuntungan finansial itu dihasilkan seringkali dengan cara cara tidak etis, membungkus dengan jargon jargon pendidikan tanpa warranty disisi kepuasan pelangan dan perbaikan proses bisnisnya. Sungguh sayang bukan dalam hal memberikan kepuasan pelanggan (siswa) uantuk nantinya siap menghadapi zamannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bayangkan jika sebuah sistem pendidikan yang didesain untuk menyambut masa depan ini mengadopsi sistem dan good praktice yang ada di dunia bisnis profesional. Bagaikan sebuah bisnis yang baik, kita dipaksa untuk memulai memfokuskan pelayanan pada konsumer dalam hal ini adalah para peserta didik dan produk yang hendak ditawarkan yaitu pendidikan berkualitas yang ditawarkan sekolah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di Jepang, Keseuaian rencana dan aksi ditelusuri dengan secara runut, dengan membuat sebuah gambar atau skema &#8221; House of Quality&#8221; atau sebuah proses yang lebih dikenal dengan<span>  </span>Quality Function Deployment<span>  </span>(QFD).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">QFD adalah sebuah kegiatan rutin pada sekumpulan perencanaan dan komunikasi<span>   </span>yang memfokuskan serta mengkoordinasikan keterampilan sebuah organisasi dalam hal merekayasa, membuat dan memasarkan barang yang ingin dibeli oleh pelanggan, dan terus dibeli tidak membuat kapok.<span>    </span>“ [Hauser&amp;Clausing] </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">tujuan dari proses QFD ini memstimulasi dan membangun komunikasi multidisiplin antara marketing, desainer, manufakturer, tester dan user dalam memberikan kepuasan bagi pelanggan penguna produk.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">QFD mendukung tim dalam mengidentifikasikan kebutuhan pengguna/kostumer dan menginterpretasikan keinginan tersebut dalam bentuk parameter teknis serta ukuran target yang dapat diukur dan dilaksanakan dalam sebuah proses desain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan menggunakan QFD, perusahan besar Toyota, Suzuki, Hewlet Packard, Nokia dll<span>  </span>merancang dan membuat produk produk mereka, yang berorientasikan kepuasan pelangan, sehingga pelangan yang pernah membeli merasa produk yang dibeli adalah &#8220;Gue Banget&#8221; dan akan terus membeli lagi bukannya malah KAPOK&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nah.. akankah pendidikan juga menerapkan sistem ini ?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">JAWABNYA HARUS&#8230;.. sebab MEREKA HARUS SUKSES. .</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=28&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/17/wts-for-worst-than-stealing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/stealing-future-generation-13.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Drop the Dead Donkey&#8230;..</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/13/drop-the-dead-donkey/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/13/drop-the-dead-donkey/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 13:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[none]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[
“Eeeyore” dalam kisah Winnie The Pooh adalah seekor donkey atau keledai yang cutie dan menjadi idola beberapa anak anak kecil dalam komik Winnie The Pooh. Dalam kehidupan, keledai meskipun memiliki suara melengking yang memekakkan dan membuat sakit telinga, namun masih ada digunakan sebagai hewan pembawa beban.  Kebergunaan donkey, memang sebagai alat transportasi baik barang atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=24&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/eeyore-4b1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-27" src="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/eeyore-4b1.jpg?w=300&#038;h=146" alt="" width="300" height="146" /></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Eeeyore” dalam kisah Winnie The Pooh adalah seekor donkey atau keledai yang cutie dan menjadi idola beberapa anak anak kecil dalam komik Winnie The Pooh. Dalam kehidupan, keledai meskipun memiliki suara melengking yang memekakkan dan membuat sakit telinga, namun masih ada digunakan sebagai hewan pembawa beban.  Kebergunaan donkey, memang sebagai alat transportasi baik barang atau manusia. Dengan seekor donkey, Nabi Isa berkeliling memberikan tausiah bagi ummatnya, dengan donkey para kafilah berjalan membeli dan menjual barang barang merchant di masa lalu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nah yang akan kita bicarakan kali ini adalah seekor Donkey yang memang memiliki pola berjalan dengan lambat, bukan seekor kuda pacuan yang mampu melesat membawa tuannya menuju tujuan yang diharapkan. Dan sesuai dengan kemampuannya, pemeliharaan donkey tidak sesulit pemeliharaan seekor kuda pacu. Sangat berbeda sekali, baik dari segi pola makan dan treatment jauuh lebih mudah dan lebih murah disbanding dengan seekor kuda pacu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Wait a second…..Sebelum kita melangkah lebih jauh dengan perkeledaian.. </span><span style="font-size:10pt;">Apa korelasi seekor keledai<span>  </span>dengan diskusi kita mengenai “Mereka Harus Sukses”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Well. Tentu saja ada, sebab untuk menghantar anak anak kita menuju tujuan suksesnya kita memerlukan sebuah alat trasportasi, bila kita cukup cukup kaya kita bisa membeli seekor kuda pony yang cantik yang menyenangkan anak anak kita untuk akan menghantar menuju tujuan, Atau beberapa dari kita memang sangat kaya dan mampu untuk membelikan seekor Kuda Pacu dengan harga yang menggiurkan meski dengan resiko kegalakan dan keamanan anak anak kita. Nah buat sebagian besar yang masih berada di pinggir marginal secara finansial, mendapatkan seekor keledai yang berjalan terserok serok dalam menuju tujuan mungkin sudah menjadi berkah sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nah.. ada sedikit bayangan khan<span id="more-24"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seekor donkey, saat ini yang kita miliki merupakan parable dari keadaan sekolah sekolah kita yang memang tak mampu dijadikan hewan untuk lomba pacu, bak kuda balap. Seekor donkey adalah satu parabel dimana kita berharap guru guru yang carut marut dari kompetensi maupun morilnya ini yang akan mampu menghantar anak anak kita ke gerbang sukses. Atau kita bisa saja mengasosiasikan keledai ini dengan apa saja yang akan membuat anak anak kita sampai di gerbang sukses, tetapi satu hal yang perlu dan mohon diingat secara baik baik..” a donkey is a donkey”, meskipun anda buatkan rumah emas, dikasih pelatih yang hebat dia tetap sebagai donkey dia tidak akan berubah menjadi seekor kuda arab yang mampu melesat bak busur panah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seekor a donkey tidak akan berubah menjadi bijak atau holy meskipun dia membawa setumpuk buku hebat diatas punggungnya, atau meskipun dia bolak balik ikut pergi haji dia tetap sebagai donkey yang bersuara buruk, melengking memekakkan telinga dan berjalan dengan lelet..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam kisah anekdot, donkey diasosiasikan dengan orang orang yang lemah pikir, atau kurang cemerlang dalam ide.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">So dapatkah kita membayangkan anak anak kita hanya bisa memiliki seekor donkey untuk mencapai suksesnya. </span><span style="font-size:10pt;">YA.. I mean the donkey.. dengan beragam parable yang melekat padanya. Sekolah sekolahnya yang sukar untuk dipacu menghadapi UN, guru gurunya yang hanya bisa melengking namun ndak bisa diajak berpacu menghadapi perlombaan negara tetangga, dan lain lainnya.<span>  </span>Atau jworst even,<span>  </span>Jangan jangan KITA KITA INI<span>  </span>juga hanya mampu berperan sebagai DONKEY untuk anak anak kita mencapai Sukses. berteriak nyaring di internet.. mengetar dunia digital.<span>  </span>Sementara anak anak tetangga kita dengan bangga mengendari pony putih yang cute dan lincah itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yah.. seekor donkey tetap bermanfaat, bagi anak anak kita&#8230;pelan menyesakkan hati, namun apa daya itu yang kita miliki maka itu yang akan kita gunakan untuk anak anak kita. we should be grateful to have them arround&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">can these be worse..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nah bayangkan lagi, apa yang terjadi bila donkey yang hendak kita gunakan menghantarkan anak anak anak kita ternyata adalah seekor donkey yang sedang sakit sakitan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yang berjalan sebentar kemudian mengeluh,, minta beban diturunkan, ikut sertifikasi gagal karena memang jauh dari sehat, jauh dari mampu, namun payahnya keleday ini memerlukan perawatan yang melebihi perawatan seekor kuda pacu sekalipun. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Apa yang harus kita lakukan dengan situasi seperti ini. </span><span style="font-size:10pt;">Should we drop the donkey.. sudah berbiaya mahal, tak juga anak anak kita bangga, dan belum tentu sampai pada tujuannya.<span>  </span>Bisa bisa kita sampai pada sebuah peribahasa yang berkata ”arang habis besi binasa” habis resource kita,, namun anak kita tetap miskin kompentesi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selayaknya kalau anak kita mau dipersiapkan sbagai winner yang akan berpacu di jalur pacuan,<span>  </span>maka kita dengan segera dan serta merta kita mengganti keledai keledai kita dengan kuda pacu kualitas coventry, high class breed, yang tingginya mungkin setinggi orang bule.. gagah.. tampan.. sekaligus anggun bila berjalan gemulai. Tapi dengan anak kta diatasnya, kuda pacu ini mampu menunjukkan kehebatanya dalam menghadapi rintangan, meloncat parit lebar, atau semak semak yang tinggi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Eh. Sebaliknya<span>  </span>kalau anak anak kita masih mengendarai<span>  </span>keledai,. jangan berharap too much, berharap keledai untuk melakukan yang sama, meloncat tinggi melewati aral lintang, atau melompat jauh mnyeberangi sungai. Lah menyeberangi UN saja masih terpelesat apalagi menyeberangi samudera, untuk go Internasional. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jadi mari kita sadari, so many donkeys around our education system..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Let&#8217;s be wise, use them as a donkey, not as a racing horse, and do not put too much burden to our kids to win the race, while riding a donkey&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan satu hal lagi yang lebih penting… DROP THE DEAD DONKEY.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seekor donkey yang mati, jelas tidak berguna untuk anak anak kita</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengapa kita yang harus berpayah payah untuk menggotong dead donkey.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Salah fungsi kalau dead donkey di bawa oleh kita</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Fungsi donkey menghantar anak anak kita untuk sukses</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bukan untuk memberati anak anak kita dalam perjalananya menuju sukses.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Maukah kita melakukan itu ?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau tidak, maka kita adalah cerminan donkey yang lemah ide, tak mampu mencermati keadaan apalagi memahami fungsi dari sebuah wahana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=24&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/13/drop-the-dead-donkey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2008/05/eeyore-4b1.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Quality By Design</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/02/quality-by-design/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/02/quality-by-design/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 02:57:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[none]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu kalimat bijak yang sampai saat ini masih melekat dalam benak penulis,  hasil dan oleh oleh dari sebuah  pelatihan “Training Guide for Islamic Workers” pada tahun 1992 di Muslim Youth Foundation Manchester UK.oleh DR Hisham At Thalib seorang aktifis pergerakan Islam dikagumi penulis. Kata tersebut berbunyi.
 
“ If you fail to plan, you are planning to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=15&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ada satu kalimat bijak yang sampai saat ini masih melekat dalam benak penulis,<span>  </span>hasil dan oleh oleh dari sebuah<span>  </span>pelatihan “Training Guide for Islamic Workers” pada tahun 1992 di Muslim Youth Foundation Manchester UK.oleh DR Hisham At Thalib seorang aktifis pergerakan Islam dikagumi penulis. Kata tersebut berbunyi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“ If you fail to plan, you are planning to fail.. “</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bahwa dalam menuju sebuah target, diperlukan sebuah perencanaan, bahkan tidak cukup hanya sekedar perencanaan asal, melainkan sebuah PERENCANAAN YANG MATANG. Tidak cukup dengan peribahasa “kumaha engke wae”,<span>  </span>harusnya malah dibalik “Engke Kumaha ?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Peningkatan “<em>value added”</em> manusia merupakan inti dasar dari konsep pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang tidak bisa tidak harus direncanakan secara seksama. Oleh karena itu tips yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sebuah grand design merupan salah satu topik yang menjadi perhatian khusus dari penulis. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Salah satu proses perencanaan dari sebuah grand design yang sangat baik dan menjadi perhatian adalah proses perencanaan yang penulis<span>  </span>saksikan pada kunjungan kerja ke BOEING semasa tahun 1997an. Yaitu sebuah perencanaan yang dilakukan oleh team BOEING ketika merekayasa Pesawat 777. <span id="more-15"></span></span></span></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Peningkatan “value added” manusia merupakan inti dasar dari konsep pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang tidak bisa tidak harus direncanakan secara seksama. Oleh karena itu tips yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sebuah grand design merupan salah satu topik yang menjadi perhatian khusus dari penulis.</span> </p>
<p></span></div>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></span></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Tentunya banyak masterpiece yang ada didunia ini dalam proses perencanaan,<span>  </span>salah satu proses perencanaan dari sebuah grand design yang sangat baik dan menjadi perhatian penulis adalah proses perencanaan yang penulis saksikan pada kunjungan kerja ke BOEING semasa tahun 1997an. Yaitu sebuah perencanaan yang dilakukan oleh team BOEING ketika merekayasa Pesawat 777.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Dari perencanaan yang dikembangkan oleh BOEING, terdapat sebuah konsep/masterpiece yang menarik untuk diterapkan dalam konsep manajemen pendidikan kita. Dikenal di dunia sebagai sebuah konsep desain Concurrent Engineering, atau ditranslasikan secara bebas menjadi Rekayasa serempak. Sebuah proses desain yang mensinergi kegiatan dari seluruh lini menuju satu target bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Concurrent Product Definition</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Pendefinisian produk secara serempak adalah pendekatan sistimatis menuju desain yang terintegrasi, simultan pada produk serta proses proses yang berhubungan termasuk engineering, manufacturing and support. Pendekatan ini dimaksudkan agar pengembang secara kerangka besarnya<span>  </span>mempertimbangkan semua elemen yang berkaitan dengan siklus kehidupan dari produk dari mulai konsep awal sampai pada pasca hantar, termasuk kualitas, biaya, skedul, dan persyaratan pengguna<span>  </span>Concurrent Engineering juga dikenal dengan<span>  </span>istilah TOTAL DESIGN : yaitu<span>  </span>Proses pengintegrasian subyek teknis dan non teknis dalam bentuk yang efektif dan efisien<span>  </span>(efektif = do the thing right, efisien=do the right thing)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Menarik setelah ikut bergelut didunia pendidikan cukup lama, penulis menyadari bahwa pendekatan kualitas yang ditawarkan pada<span>  </span>institusi pendidikan selama ini berkesan sporadik, anekdotal, kadang tidak menyentuh pada substansi kualitas anak didik nanti di masyarakat. nah disinilah kalau bayang bayang concurrent engineering ini diterapka pada sistem pendidikan anak kita maka skematiknya menjadi sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Dengan mengadaptasi konsep perencanaan Concurrent engineering kedalam proses rekayasa ulang sistem pendidikan kita, maka 5 hal dibawah ini menjadi kriteria/pertimbangan yang cukup penting dalam mendefinisikan peran dari sebuah sekolah atau institusi pendidikan di tanah air ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">1. Anticipate Keadaan Mendatang:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;">Perubahan terjadi pada setiap organisasi dan setiap sektor dikarenakan tekanan kompetisi global, teknologi baru, sistim manajemen sumber daya, demografi yang bergeser, serta adaptasi kultur. Antisipasi bukan reaksi akan membuat efektifitas kinerja serta efisiensi dalam banyak hal. Kemampuan mengantisipasi keadaan di masa depan merupakan elemen dasar utama dalam pembentukan visi yang tepat. Tanpa kesadaran untuk mengantisipasi perubahan paradigma sosial yang ada maka penciptaan sekolah akan hanya membuat sebuah proses yang kelabu, tanpa kaitan dengan masa depan siswa itu sendiri. (untuk sampel proses ini baca Imagining the future)<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">2. Simulasi “What If” :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;">Kualitas pendidikan selayaknya dapat direncanakan dan ditingkatkan dengan mensimulasikan permasalahan permasalahan yang mungkin timbul. What if merupakan sebuah reka solusi, dimana setelah antisipasi keadaan yang akan datang, kta juga harus keluar dengan solusi utama serta solusi alternatif<span>  </span>dalam menjawab keadaan maa depan tersebut.<span>  </span>What if case tentunya membutuhkan kepahaman kita mengenai bagaimana sebuah proses pendidikan bekerja, bukan sekadar Black box yang tak dipahami carakerjanya. Diperlukan karakterisati setiap parameter serta efek variasi parameter terhadap luaran akhir pendidikan.<span>  </span>What if tentunya dapat diterapkan dengan dengan membuat model secara keseluruhan baik pada<span>  </span>kode komputer serta melakukan analisa case if secara akurat, dengan kemampuan memasukkan perubahan yang penting pada setiap tahapan desain. (untuk sampel proses ini baca Paving The way)<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">3. Integrasi Seluruh Sumber Daya Sekolah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;">Proses perencanaan, rekayasa, pengembangan dan proses pembelajaran harus dapat diintegrasikan dalam pendekatan<span>  </span>manajemen, pedagogi serta kelayakan finansial institusi pendidikan. (untuk sampel proses ini baca It takes carbon to create diamonds)<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">4. Innovasi Proses Pembelajaran:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;">Pengembangan proses pembelajaran yang berorientasi pencapaia target kompetensi namun seuai dengan minat serta pada kebutuhan siswa memerlukan kemampuan sekolah untuk berinovasi, dalam hal mencari pemecahan alternatif (lateral thinking) yang membuat pendekatan proses pembelajaran menjadi sebuah proses menyenangkankan, menantang dan sekaligus mencapai target yang diharapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">5. Quality by Design:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span><span style="font-size:10pt;">Penguasaan akan kebutuhan stakeholder serta pemberian layanan pendidikan yang tepat arah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan memberikan jalan untuk dominasi konsep perbaikan pendidikan secara terstruktur, dan sistematis </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Meskipun jelas keempat elemen pertama merupakan proses yang penting, tapi kali ini ulasan penulis akan lebih memfokuskan pada elemen kelima, yaitu Quality by Design, sebuah pendekatan kualitas sekolah yang sedemikian rupa sehingga diatas kertas kualitas tersebut sudah benar<span>  </span>benar terlihat,<span>  </span>dalam hal ini, maka ada tujuh pendekatan strategis untuk penerapan Quality By design ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">a.<span>  </span>Orientasi Layanan Pendidikan yang jelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">b.<span>  </span>Hubungan yang relevan pada objektif<span>  </span>pendidikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">c.<span>  </span>Sistim pemilihan proses belajar dan evaluasi proses pendidikan yang Efektif </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">d.<span>  </span>keberadaan sistem Manajemen Pendidikan dan kontrol yang efektif </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">e.<span>  </span>tersedianya Sumber daya pendidik yang kreatif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">f.<span>  </span>penerimaan institusi pendidikan<span>  </span>terhadap inovasi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">g.<span>  </span>tersedianya Komitmen yang tinggi</span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=15&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2008/05/02/quality-by-design/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It Takes Carbons To Make Diamond</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 04:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Compensation]]></category>
		<category><![CDATA[Fokus Layanan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Profesional Development]]></category>
		<category><![CDATA[dasar dasar Rekayasa Ulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/</guid>
		<description><![CDATA[Karbon mungkin menjadi sebuah unsur yang kita kenal sehari hari sebagai arang hitam lunak jelaga, sisa pembakaran, yang dihujat para environmentalis karena membuat CO2 yang menjadikan perubahan iklim dunia semakin panas. Harga  karbon sangat bervariasi, ada karbon yang hampir hampir tidak memiliki nilai, anda bisa beli sekarung arang bekas pembakaran hanya dengan harga yang murah, ada juga karbon yang sedikit  memiliki nilai setelah mengalami proses dijadikan karbon aktif atau  arang/grafit yang lunak sehingga mudah digunakan menjadi mata pensil untuk menulis, dan ada juga karbon  yang cukup mahal ketika diolah menjadi serat serta karbon dan digunakan dalam berbagai struktur yang ringan seperti raket badminton (Carbonex) atau raket tennis, stick golf,  stick pancingan sampai pada struktur mobil Formula One yang sangat ringan, hingga Struktur pesawat tempur siluman dan satelit yang bersandar pada penggunaan karbon komposit.
 
Kabon adalah salah satu dari sedemikian banyak material yang ada dimuka bumi ini, dan dari seluruh material/bahan yang ada didunia ini, ada satu material yang memiliki nilai yang sangat tinggi, yang dicari cari baik karena keindahannya maupun sifat mekanik yang dimilikinya. Diamond atau berlian merupakan sebaah material permata putih yang memiliki sinar cemerlang dan menarik, dan diakui saat ini merupakan material yang dikenal paling mahal harganya  dan paling banyak dicari 
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=9&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Karbon mungkin menjadi sebuah unsur yang kita kenal sehari hari sebagai arang hitam lunak jelaga, sisa pembakaran, yang dihujat para environmentalis karena membuat CO2 yang menjadikan perubahan iklim dunia semakin panas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Harga<span>  </span>karbon sangat bervariasi, ada karbon yang hampir hampir tidak memiliki nilai, anda bisa beli sekarung arang bekas pembakaran hanya dengan harga yang murah, ada juga karbon yang sedikit<span>  </span>memiliki nilai setelah mengalami proses dijadikan karbon aktif atau<span>  </span>arang/grafit yang lunak sehingga mudah digunakan menjadi mata pensil untuk menulis, dan ada juga karbon<span>  </span>yang cukup mahal ketika diolah menjadi serat serta karbon dan digunakan dalam berbagai struktur yang ringan seperti raket badminton (Carbonex) atau raket tennis, stick golf,<span>  </span>stick pancingan sampai pada struktur mobil Formula One yang sangat ringan, hingga Struktur pesawat tempur siluman dan satelit yang bersandar pada penggunaan karbon komposit.<span>   </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><a title="diamond.jpg" rel="attachment wp-att-10" href="http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/attachment/10/"><img src="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2007/12/diamond.jpg" alt="diamond.jpg" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Karbon adalah salah satu dari sedemikian banyak material yang ada dimuka bumi ini, dan dari seluruh material/bahan yang ada didunia ini, ada satu material yang memiliki nilai yang sangat tinggi, yang dicari cari baik karena keindahannya maupun sifat mekanik yang dimilikinya. Diamond atau berlian merupakan sebuah material permata putih dan kaang berwarna hitam  yang memiliki sinar cemerlang dan menarik, dan diakui saat ini merupakan material yang dikenal paling mahal harganya<span>  </span>dan paling banyak dicari </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span id="more-9"></span>Buat ilmuwan, diamond adalah material yang paling keras, dengan karakteristik yang ekstrim. Bila dibandingkan dengan material lain, diamond selalu berada peringkat paling atas. Selain dikenal sebagai material terkeras, paling sedikit terkompressi, paling kaku paling baik konduktor panas, dengan koefisien expansi panas terkecil, Inert terhadap asam dan alkali, transparant dan Berlian adalah salah satu material yang memiliki elektron negatif.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Sungguh Diamond atau berlian memiliki keindahan serta sifat karakteritik yang dicari cari oleh banyak orang. Namun siapa sangka kalau material yang putih dengan sinar cemerlang ini dulunya adalah sekumpulan karbon arang yang hitam legam yang memiliki arti bila tidak diproses.<span>   </span>Berlian ternyata terbentuk dari sekumpulan elemen carbon individual,<span>  </span>dengan karakteristik perulangan susunan atom C yang khusus sehingga membentuk kristal yang padat membuat diamond berbeda dengan arang.<span>  </span>Hanya karena susunan atom C yang tercipta membentuk kristal spesial yang membuat<span>  </span>Diamond lebih kuat dari baja sekalipun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a title="diamond1.jpg" rel="attachment wp-att-11" href="http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/attachment/11/"><img src="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2007/12/diamond1.jpg" alt="diamond1.jpg" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Kunci dari perbedaan mendasar antara grafit arang dengan diamond adalah susunan struktur kristal dari unsur Carbon.<span>  </span>Pembentukan kristal yang berbeda ini sangat dipengaruhi oleh proses thermal dan kinetik yang diterima oleh sekumpulan karbon. </span><span style="font-size:10pt;">Dimana pada suhu dan tekanan biasa sisa pembakaran atau karbon hanya akan menciptakan arang grafit yang lunak serta jelaga hitam. Namun bila proses pembakaran dilakukan pada suhu tinggi dikuti dengan tekanan lingungan sekitar yang tinggi, maka susunan kristal atom karbon menjadi semakin padat dan spesial sehingga<span>   </span>menghasilkan sebuah diamond yang kuat, keras berkilauan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a title="diamond.jpg" rel="attachment wp-att-10" href="http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/attachment/10/"></a><a title="diamond1.jpg" rel="attachment wp-att-11" href="http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/attachment/11/"></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a title="diamond3.jpg" rel="attachment wp-att-12" href="http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/attachment/12/"><img src="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2007/12/diamond3.jpg" alt="diamond3.jpg" width="291" height="330" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Adalah Lingkungan yang sesuai yang telah membentuk carbon hitam menjadi sebuah kristal berlian yang putih cemerlang. Suhu tinggi, tekanan tinggi membuat susunan atom<span>  </span>C pada berlian menjadi sangat padat, dan melepaskan struktur ikatan bawaan arang menjadi ikatan dengan susunan yang baru. Lantas apa korelasi fakta pembentukan berlian dan karbon dalam misi kita “Mereka Harus Sukses”. Tidak lain dan tidak bukan bahwa pendefinisian sukses pada sebuah pendidikan haruslah berpatokan pada<span>  </span>sebuah penambahan Value added pada manusia. Sebagaimana penambahan nilai yang berlipat ganda yang terjadi bila sebuah karbon berubah menjadi sebutir berlian</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jadi ini sekaligus menjawab pertanyaan kita saat ini mengenai fungsi dan status kualitas institusi pendidikan. Sekolah yang baik bukanlah sekolah yang hanya menerima anak pintar kemudian bangga dengan kepandaian anak tersebut, namun sekolah yang berkualitas adalah sebuah lingkungan sekolah yang mampu merubah anak anak yang memiliki kemampuan serta keterampilan rendah menjadi anak anak yang high achiever, sehingga mereka menjadi pemuda pemuda memiliki nilai yang sangat tinggi di masyarakat kita, bahkan di dunia internasional sekalipun</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nah… jikalau kita menghendaki anak anak didik<span>  </span>kita menjadi berlian yang berkilauan, maka persiapkan lingkungan, serta energi yang cukup dalam menciptakan sebuah sistem pendidikan yang memang pas. Banyak perubahan yang harus dilakukan pada institusi pendidikan kita untuk meningkatkan kualitas anak didik kita, para pendidik terutama harus mulai mendefinisikan ulang bagaimana bentuk pendidikan serta sekolah yang mampu menciptakan siswa yang berkilauan.<span>  </span>Sebagaimana diamond yang terbentuk dalam proses yang tekanan dan suhu tinggi maka pembentukkan manusia juga memerlukan<span>  </span>lingkungan adaptasi.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Satu hal lagi, sebagaimana yang kita tahu bahwa Berlian atau Diamond bukan barang<span>  </span>murahan dia sangat jarang ditemukan, dan alam telah membentuk berlian ini, sebuah material yang keras yang sangat baik untuk digunakan dalam banyak desain terutama untuk peralatan potong.<span>  </span>Berlian sangat mahal dalam proses penambangannya maupun proses pemotongannya. Tak mungkin rasanya menemukan sepotong berlian yang dapat diperoleh dengan harga murah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian pula dengan pendidikan anak anak kita, DONOT SETTLE FOR LESS MONEY.<span>  </span>Sebab pendidikan memang membutuhkan komitmen dan pembiayaan yang memang besar. Jadi persiapkan komitmen tersebut untuk anak anak kita,<span>  </span>disatu sisi lagi ..Awass..jangan tertipu dengan harga pendidikan yang mahal, sebab banyak orang yang tertipu mengeluarkan uang banyak namun hanya mendapatkan seonggok kristal gelas bukannya Berlian asli. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Membuat berlian dari seonggok arang memang terlihat fantastik, dan luar biasa, apalagi kemudian kita berusaha menerapkan hal yang sama untuk pendidikan anak anak kita.. diperlukan orang yang luar biasa yang mampu merubah anak anak menjadi pemuda tangguh pemberi solusi dimasa depan.<span>  </span>Namun sebagaimana kata orang bijak , “<strong><em>ndak ada orang yang RUAR BIASA di dunia ini</em></strong>”, Yang ada disini adalah sebuah<span>  </span>Mimpi yg Luar BiasaYang membutuhkan Kerja yang luar biasa<span>  </span>Diperlukan empat kartu AS dalam mencapai ini<span>  </span>yaitu <strong>kerja kerAS, kerja cerdAS, kerja tuntAS dan kerja ikhlAS</strong>.<span>    </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Keep the fire on,</strong> mungkin kita tak akan mendapatkan diamond tersebut dalm satu atau dua generasi, tetapi semangat dan usaha kita pasti akan terlihat oleh anak anak kita, dan pada gilirannya mereka yang akan meneruskan kerja dan semangat ini. Hingga nantinya semangat membentuk generasi berlian terus mengalir dalam darah anak anak kita, menjadi modal pada pembentukan sebuah khasanah peradaban yang gemilang dan setimbang.<span>     </span>and let them know<span>  </span><strong><em>&#8221; Diamonds are Forever&#8221;</em></strong></span></span></p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=9&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/it-takes-carbons-to-make-diamond/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2007/12/diamond.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diamond.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2007/12/diamond1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diamond1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://merekaharussukses.files.wordpress.com/2007/12/diamond3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diamond3.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paving The Way for Their Success</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/paving-the-way-for-their-success/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/paving-the-way-for-their-success/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 02:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[none]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/paving-the-way-for-their-success/</guid>
		<description><![CDATA[


Mereka Harus Sukses, 
Itu komitmen yang kita nyatakan untuk anak didik kita. Anda setuju… What Next ?
 
Pertama tama kita harus sadar bahwa sukses dalam pandangan kita hari ini mungkin akan berbeda dengan sukses di mata anak anak kita. Anak kita mungkin akan hidup dengan zaman yang berbeda dengan zaman kita, jadi lupakan sentimental memori masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=5&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<div></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;">Mereka Harus Sukses, </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Itu komitmen yang kita nyatakan untuk anak didik kita. Anda setuju… What Next ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Pertama tama kita harus sadar bahwa sukses dalam pandangan kita hari ini mungkin akan berbeda dengan sukses di mata anak anak kita. Anak kita mungkin akan hidup dengan zaman yang berbeda dengan zaman kita, jadi lupakan sentimental memori masa lalu<span>  </span>kita, sebaliknya pergeseran paradigma yang terjadi dalam masyarakat harus kita pahami lebih<span>  </span>dahulu untuk kemudian mempersiapkan langkah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Salah satu pergeseran yang terjadi di tatanan sosial adalah<span>   </span>perkembangan teknologi informasi dengan sangat cepat dalam satuan detik. Kita dapat melihat bahwa ekonomi dunia bergerak menuju sebuah masyarakat informasi yang inclusive dari ketersediaan sumber informasi hingga akses telekomunikasi, hand phone dengan 3.5 G bertaburan. Teknologi ini jelas menciptakan sebuah tatanan sosial yang jauh berbeda saat ini dengan masa lalu, dan bahkan masa depan dengan saat ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Masyarakat duniapun sepakat bahwa teknologi informasi ini merupakan kunci dalam mencapai sustain growth, prosperity dan perkembangan nasional dalam dunia kontemporer ini. Baca saja deklarasi PBB ditahun 2000 menyambut millennium, atau deklarasi para menteri ECOSOC di tahun yang sama, yang intinya menyatakan bahwa penggunaan TI merupakan sarana dalam sebuah ekonomi dunia berbasiskan pengetahuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span></span></p>
<div><span style="font-family:Times New Roman;"> </p>
<p> </p>
<p></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman;"></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Ya… sebuah dunia yang berbasiskan pengetahuan, bukan sekadar kekuatan otot, atau kekayaan alam semata.<span id="more-5"></span></span><span style="font-size:10pt;"><span style="font-size:10pt;">Thomas Friedman </span></span></p>
<div></div>
<p></span></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">pada bukunya yang berjudul The World Is Flat: A Brief History of the Twenty-First Century, menyatakan bahwa ekonomi dunia berada pada level yang sangat “datar dan sejajar”<span>  </span>penyebabnya adalah kemudahan mendapatkan akses informasi sehingga meningkatnya kompetensi teknis di beberapa negara memungkinan sebuah perusahaan di sebuah negara tersebut untuk mengkoordinasikan supply chain yang kompleks dari/ke negara lain tanpa khawatir dengan batas geografi sebuah negara. Seorang pemuda yang terdidik, innovatif, motivated workforce, serta memiliki akses ke dunia luar tentnya merupakan human capital yang sangat berharga bagi sebuah bangsa dalam dunia yang semakin datar ini.<span>   </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sayang sungguh, jikalau padang perburuan ekonomi yang datar ini tidak atau belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para pemuda kita.<span>   </span>Sebab premise yang diminta adalah seorang pemuda<span>  </span>yang datang dari sebuah masyarakat yang berbasiskan pengetahuan. Bukan sekadar pemuda yang datang dari antah berantah yang tidak memiliki arah hidup serta mempunyai solusi bagi tatanan social local maupun internasional. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berburu ke padang datar, jangan lupa gunakan TI</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berburu ke manca negara, tanpa TI<span>  </span>mungkin<span>  </span>semuanya tak berarti.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aneh bila kita masih bersikukuh bertahan dan puas dengan sekolah yang didesain pada jaman baheula, dimana keperluan manusia yang sangat berbeda antara dulu dengan sekarang. Dulu lulusan sekolah mungkin diarahkan untuk menjadi priyayi priyayi yang akan mengisi lapangan pekerjaan sebagai abdi negeri alias PNS, dan yang dibutuhkan adalah orang orang yang sigap, patuh serta cerdas, tapi tidak perlu kreatif, sebab kalau kreatif nanti menyalahi aturan atau melangkahi atasan. Dahulu, jikalau seseorang sudah bisa membaca, menulis serta berhitung sederhana, masyarakat sudah akan memberikan gelar terpelajar baginya, saat ini ternyata itu saja tidak cukup, pada International ICT Literacy Panel, 2002, seseorang diharapkan untuk menguasai sains, teknologi dan budaya serta memahami informasi dalam beragam bentuknya.<span>  </span>Nah saat ini jumlah peluang kerja ada banyak jauh di swasta, dan bekerja di sektor swasta ada persaingan<span>  </span>sengit untuk merebut peluang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kembali pada perburuan di masa depan, ada beberapa hal yang kita bisa tarik untuk setting di masa depan, yang pertama adalah abad 21 adalah sebuah masyarakat berbasis pengetahuan, yang kedua adalah penguasaan keterampilan spesifik/teknis untuk ditawarkan pada masyarakat dunia dan yang ketiga adalah kemampuan untuk memanfaatkan akses informasi agar mengetahui kebutuhan supply dan demand yang terjadi di dunia dan yang terakhir adalah kemampuan untuk mengenali bahasa lingua franca yang digunakan dalam bertransaksi atau berkomunikasi.<span>   </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau kita amati maka prediksi keterampilan yang diperlukan pada abad 21 ini terbagi menjadi 2, yaitu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>1.<span style="font:7pt;">                    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan dasar era-digital : yang mencakup keterampilan CaLisTung, dalam bahasa universal, keterampilan proses sains, keterampilan ekonomi, keterampilan teknologi, keterampilan visual, keterampilan informasi, keterampilan multicultural, serta pemahaman globalisasi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>2.<span style="font:7pt;">                    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan Khusus “Inventive Thinking”, dimana para ahli setuju bahwa dengan semakin dominannya penggunaan teknologi dalam kegiatan sehari hari, maka keterampilan kognitif menjadi semakin penting,<span>  </span>dengan mengutip<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“<em>In effect, because technology makes the simple tasks easier, it places a greater burden on higher-level skills</em>” (ICT Literacy Panel, 2002). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh karena itu diperlukan set keterampilan untuk menjadi lebih inovatif yaitu sbb </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>a.<span style="font:7pt;">                    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan mengatur kompleksitas yang sering berubah, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>b.<span style="font:7pt;">                   </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan mengarahkan diri sendiri: goal setter<span>   </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>c.<span style="font:7pt;">                    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan mengunyah rasa penasaran , bukan menelantarkan<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>d.<span style="font:7pt;">                   </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan kreatifitas, melihat dalam sudut pandang yang berbeda dan memberi alternatif solusi yang “out of box”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>e.<span style="font:7pt;">                    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan menghitung dan mengambil resiko<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.75in;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;"><span>f.<span style="font:7pt;">                     </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Keterampilan berfikir tingkat tinggi dan penalaran yang logis.<span>    </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">Nah setelah sedikit mengenal padang perburuan anak anak kita dimasa datang, dan memahami what it takes for them to success, maka baru kita perlu menata ulang system pendidikan kita, targetnya sudah jelas. </span><span style="font-size:10pt;">Yang dibutuhkan adalah How to prepare them to that level. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yang paling pertama pastinya adalah ketersediaan sekelompok guru/trainer/ coachs yang memiliki keterampilan yang cukup untuk dapat menghantar pemuda kita ke perburuan padang datar. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan status guru menjadi profesional sesuai dengan undang undang guru, maka aneh kalau kita masih juga mau mengambil guru yang tidak profesional untuk membuat anak anak kita menjadi profesional. Menarik ketika melihat standar keprofesionalan guru, baik dari kompetensi pedagogi, maupun kompetensi keilmuan ternyata disana menyiratkan adanya penguasaan TIK dalam proses pembelajaran. Sangat tak mungkin rasanya, bertaruh<span>   </span>generasi masa depan kepada guru guru yang<span>  </span>tak punya kemampuan yang diperlukan.<span>    </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam hal ini kita tidak lantas perlu sekelompok guru baru, (baik kalau memang punya) tetapi kita bisa memberdayakan para guru guru ini dengan penguasaan serta mentalitas yang baru, dan lebih utama lagi sang guru harus mau diberdayakan, bahkan INSIST untuk memberdayai diri sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jadi.. satu langkah perencanaan pertama adalah membuat sebuah CPD Continous Profesional Development untuk guru. Mengapa demikian, bukankah guru guru tsb telah lulus dari sekolah bergengsi, mengapa harus pelatihan dan pengembangan lagi. Jawabnya sederhana, sebab teknologi dan tatanan sosial ekonomi terus berkembang, tidak bisa tidak guru guru harus ikut berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;">“</span><strong><span style="font-size:11pt;">Rolling stone, no moss”</span></strong><span style="font-size:10pt;"> kata pepatah barat, sedikit banyak merepresentasikan bahwa guru yang terus bergulir mengikuti kemajuan pengetahuan akan lepas dari kejumudan dan kebanggaan semu.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=5&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/paving-the-way-for-their-success/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imagining The Future</title>
		<link>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/hello-world/</link>
		<comments>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 00:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merekaharussukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[none]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/hello-world/</guid>
		<description><![CDATA[ Ambil nafas anda, hentikan sejenak, dan lepaskan perlahan.
 
Selanjutnya…turunkan katup mata anda, dan tenangkan diri dan mulailah membayangkan apa yang akan anda lihat pada situasi di tahun 2020 dimanakah  kira kira anak anak kita berada, adakah mereka cukup dibekali dengan keterampilan untuk sukses di abad 21. 
 
Cukup kreatifkah anak kita, mampukah anak kita bekerja dalam sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=1&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ambil nafas anda, hentikan sejenak, dan lepaskan perlahan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selanjutnya…turunkan katup mata anda, dan tenangkan diri dan mulailah membayangkan apa yang akan anda lihat pada situasi di tahun 2020 dimanakah<span>  </span>kira kira anak anak kita berada, adakah mereka cukup dibekali dengan keterampilan untuk sukses di abad 21. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Cukup kreatifkah anak kita, mampukah anak kita bekerja dalam sebuah tim yang solid, dengan, persaingan global serta<span>  </span>technology tinggi mendominasi sisi kehidupan nanti. Apakah mereka menjadi key person atau sebatas pekerja kasar.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sejenak kemudian layangkan pandang anda pada situasi di negara tetangga kita, dimana anak anak mereka berada, apa yang mereka banggakan dan bagaimana sekolah mereka membentuk kebanggaan tersebut. Adakah mereka berbicara dengan bahasa universal yang tidak anak kita pahami, Science, Technology, atau lebih jauh lagi ada mind gap yang tercipta antara anak kita dengan warga dunia lainnya.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah menerawang bayangan di masa depan ..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bukalah mata kita lebar lebar, dan lihat apa yang sedang terjadi saat ini, adakah anak kita tengah sibuk mempersiapkan diri dengan aktifitas positif di sekolah, di komunitas atau mereka larut dalam gegap gempita tawuran, narkoba dan kenakalan lainnya.<span id="more-1"></span></span></span><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Lihat kembali sejauh mana prestasi membaca, menulis dan berkarya mereka saat ini. Dan coba lihat juga, adakah semua siswa lulusan SMU berhasil mendapatkan tempat terhormat mereka di perguruan tinggi sesuai dengan potensi yang dimiliki, atau mereka berguguran menjadi preman jalanan, tanpa kejelasan makna hidup dan rencana yang jelas dalam memaknai hidup itu sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Adakah<span>  </span>lulusan SMU tersebut mampu mengisi kekosongan yang ada dalam masyarakat kita, atau kita akan melihat sebuah gunung generasi pengangguran, yang tidak tahu harus berbuat apa setelah SMU. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau itu kenyataannya, maka kita perlu melihat kembali sekolah<span>  </span>yang telah menghasilkan generasi ini. Adakah visi sekolah dibangun dengan <span> </span>benar pas dan tidak membingungkan, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Adakah guru dan pemimpin sekolah memiliki skill/keterampilan sehingga mereka tidak gelisah dalam menggapai visi, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sudahkah mereka diberikan penghargaan yang wajar agar tetap komit, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Adakah dukungan infrastruktur untuk mereka mencapai visi agar mereka tidak frustasi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan yang terakhir adakah langkah langkah konkrit atau action plan yang jelas dari sekolah untuk melangkah mencapai visi sekolah, sehinga bukan hanya Talk Only dari sekolah untuk nantinya menghantar pemuda kita memasuki abad ini. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dua Koin Kegagagalan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dua sisi koin kegagalan yang mungkin kita saksikan ini amat memprihatinkan, pada satu sisi koin, pemuda kita kok bisa bisanya sedemikian lembek sehingga gagal melahap pembelajaran di sekolah, bagaimana mau bersaing di dunia global ini kalau ditingkat kelas saja mereka berguguran., adakah mereka memang bodoh atau pendidiknya yang salah dalam mengajar.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Di sisi lain kegagalan sistematik pendidikan juga menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita gagal untuk menghantar siswa yang terbukti memiliki potensial, bebet bobot dan bibit untuk masuk dalam gerbang kehidupannya selanjutnya. Kegagalan ini bukan kegagalan milik personal semata, namun dalam porsi yang luas dan panjang merupakan kegagalan yang menentukan nasib bangsa ini ke depan dan akan mempengaruhi kehidupan ekonomi bangsa dan keberlangsungan sistem pemerintahan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sekolah kita harusnya mampu menghantar anak anak kita untuk terus melanjutkan ke perguruan tingi, mampu bersaing dalam dunia kerja, dan mampu mempersembahkan sebuah karya bukti kewarganegaraannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Masihkan ada harapan?. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Untuk kesekian kalinya, lihat ke sekeliling,<span>  </span>pandanglah dengan teliti, masih adakah tunas daun yang dapat kita sandarkan harapan kita, adakah sekolah yang mampu merenda ulang kegagalan ini,<span>  </span>adakah mungkin muncul sekolah dengan trend alternative baru, dimana komunitas dan pendidik bekerjasama mendefinisikan ulang bahkan melakukan reengineering system pendidikan dalam tatanan fondasi, dan kemudian mulai membangun sebuah situasi pembelajaran yang dinamik, dengan assesmen yang selaras yang didesain untuk mempersiapkan anak anak sukses dalam dunianya saat ini dan di masa depan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tentunya, diperlukan komitmen yang cukup untuk mampu merubah dalam rentang 12 tahun ke depan. Banyak hal yang mungkin terjadi selama rentang 12 tahun tersebut. Diperlukan sebuah komitmen panjang untuk meyakinkan terjadinya perubahan. Ribuan kendala menghadang dari setiap kelima elemen<span>  </span>dan<span>  </span>merupakan sebuah tantangan yang berat untuk menyatukan lima elemen dalam satu kegiatan perubahan sekolah. Namun, dengan sedemikian besarnya taruhan yang kita hadapi, siapa yang tahu, apa yang menanti anak anak anak kita di pintu gerbang mas depan nantinya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Satu hal yang mulai saat ini kita bisa jaga adalah sebuah komitmen bahwa </span></span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;">MEREKA HARUS SUKSES</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/merekaharussukses.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/merekaharussukses.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/merekaharussukses.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/merekaharussukses.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/merekaharussukses.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/merekaharussukses.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/merekaharussukses.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/merekaharussukses.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/merekaharussukses.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/merekaharussukses.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/merekaharussukses.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/merekaharussukses.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=merekaharussukses.wordpress.com&blog=2411315&post=1&subd=merekaharussukses&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merekaharussukses.wordpress.com/2007/12/30/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9feb41656a84073d9293e0d4c48b8b14?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">merekaharussukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>